Showing posts with label Circles. Show all posts
Showing posts with label Circles. Show all posts

16.2.15

S

We can never know when we will die.
Malu rasanya ketika menyadari bahwa selama ini yang dipikir adalah, kenapa belum gajian, kenapa belum dapat bonus, kenapa belum nikah, kenapa di Palembang, kenapa gak pindah-pindah, kenapa tahun 2017 itu masih lama, kenapa dibenci si A, kenapa menyukai si B, kenapa dicuekin si C, dan kenapa-kenapa remeh lainnya. Pernahkah berfikir: kenapa masih hidup? Kapan meninggal?

Pagi ini saya dikejutkan dengan berita meninggalnya seorang teman dekat waktu kuliah. Jujur saja, mendengar kabar bahwa dia meninggal saja saya masih belum bisa percaya karena berasa baru kemarin kami bertemu dan bercanda. Harus percaya itu pula? Tapi memang benar. Sekarang saya masih di kantor dan saya kesulitan konsentrasi memikirkannya. Masih sedih sekali rasanya.

S (perempuan), teman saya itu, adalah salah satu teman dekat waktu kuliah. Karena NPM (Nomor Pokok Mahasiswa) kami berdekatan, waktu tahun pertama kuliah itu kami bahkan sekelompok di praktikum. S itu anaknya polos banget. Bisa banget kita bully-bully karena dia juga gak pernah marah. Sering juga jadi tempat curhatnya anak-anak. Jadi temen nge-warnet pas dulu-dulu nge-net malem-malem karena lebih murah, temen Friendster-an, yang dikit-dikit minta testimony biar halaman FS-nya penuh, ah pokoknya anaknya lucu dan baik banget. Waktu saya masih OJT di Jakarta, dia bahkan teman kuliah pertama yang saya ajakin ketemuan di Jakarta. Ya emang karena kosan dia deket juga sih dari kosan saya.

Terakhir ketemu adalah di bulan Oktober 2014. Sempet selfie-selfie-an beberapa kali. Sekali lagi, S itu anaknya asyik banget dan polos. Gak heran temennya banyak.

Ah..

Masih sedih. Terlebih lagi tidak bisa ber-takziah ke rumah duka. Memang benar seperti janji-Nya, bahwa kematian itu pasti. Masalahnya kita gak bisa pernah tau kapan. Pernahkah kita berpikir lebih, berusaha lebih, dan berdoa lebih, untuk mempersiapkan kepulangan kita ke hadirat-Nya? Ini adalah cerminan. Selamat jalan S. Di usiamu yang baru 26, semoga husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Semoga kami, teman-teman yang sangat menyukai kamu, diberikan hikmah atas kedukaan ini.

Teringat display picture Whatsapp terakhir S:
Kecilkan dunia, besarkan akhirat. - S (last seen yesterday at 10:01 PM).
Semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya. Aamiin.

11.2.15

The Sporty Doesn't Sport

Iya gaya gue sporty. Tapi gue gak suka sport lho (ih so what banget sih).

Dulu pas Medical Check Up pas baru mau masuk kerja, saya pernah disuruh ngulang lari dua kali gara-gara katanya sih kurang bugar - secara saya gak suka olahraga apapun. Eh pas kemarin hasil MCU tahunan ke luar, ternyata permasalahan saya tetap sama: kurang bugar dan harus banyak olahraga. Nah masalahnya saya orangnya sangat tidak hobby dengan yang namanya olahraga. Terus gimana dong??

Ini lho yang saya bilang sebagai kegiatan yang bikin keringetan. Kode-nya: Bintang - inside joke kami aja sih wehehe.
Dulu saya tuh mikirnya, olahraga itu buat mereka yang ingin membentuk badan atau ingin diet. Lah saya? Saya kurus banget! BMI aja satu point di bawah normal T_T. Saya suka takut aja gitu kalau badan saya tambah menyusut gara-gara olahraga. Atau tiba-tiba badan saya jadi berotot kayak Korra - ya ampun kecil-kecil berotot, mikirnya aja merinding.

Ternyata pikiran itu SALAH. Olahraga itu bukan semata-mata biar kurus atau biar six pack kayak Agnezmo gitu ya, tapi yaaa biar seger aja, gak gampang capek, ngeluarin hormon bahagia (endorphin) dan bikin awet muda (katanyaa). Lagian gak semua jenis olahraga itu bisa bikin bisep-trisep gembung atau betis menggelembung juga kan.

24.11.14

Tentang Pulang

Dua hari yang lalu saya baru saja pulang kampung. Saya baru aja menjadi tante-tante beneran. Iyes. Ponakan saya lahir beberapa hari yang lalu. Alhamdulillah.
Berhubung harga tiket yang direct Palembang-Bandung itu sekarang full terus (adanya yang harga di atas sejuta-an busettt), sekarang paling banter pulang ya naek pesawat yang ke Halim. Alhamdulillah sih waktu perjalanan pulang dari bandara ke rumah bisa direduksi sampai dengan 1 jam (ya lumayan sih sejam juga), dan biaya perjalanan mencakup pesawat Halim-travel-DAMRI-angkot masih lebih murah dibanding pesawat Husein-taksi-DAMRI-angkot. Hehe.
From Beautiful Decay Web.
Setiap pulang kampung saya sekarang merasa aneh aja gitu. Ya kangen sih dengan keluarga. Ya kangen sih dengan kucing-kucing saya (sekarang tinggal dua, yang dua lagi sudah meninggal hiks). Ya kangen juga dengan teman dan "teman". Tapi gak tau deh. Saya merasa beban aja setiap pulang. Hati ini gak tenang. Harus selalu terlihat "happy", harus terlihat gemuk, harus terlihat.. yaa terlihat seperti sesuatu yang bukan saya. Padahal semua orang tau kalau saya ini brooding. Hmm apa ya istilahnya. Kalau temen saya bilang sih "apa-apa dipikirin, apa-apa dimasalahin". Iya ya pantesan aja kurus kayak model size 0.

28.7.14

24th Ramadhan

Assalamu'alaykum, how's it going?

First of all I want to say, Happy Eid Mubarak 1435 H for everyone, may Allah accept our prayers, our ibadaat, and our good deeds.


This year's Ramadhan was very different within my 24 years life in this dunyaa. Well, I don't know. It's not like my first time I was away from my hometown or anything. In fact this was the 3rd time and I didn't feel bothered at all. Two years ago I was in Cilacap while the next year I was in Padang. This year? Obviously, Palembang. So, why should I bothered?

Perhaps, what makes this year's Ramadhan different was:

19.6.14

Para Pencuri Mimpi

Juni 2014

Pernah 'gak sih kamu punya teman, dan teman-temanmu itu, saking luar biasanya, bikin seolah-olah kamu ingin jadi dia?

Oke. Itu lebay. Mungkin 'gak sampe pengen jadi dia sih. Cuma pengen kelebihan-kelebihannya itu menular juga ke kamu. Oh enggak, bukan dengki kalau ini namanya. Murni iri, tapi mungkin irinya positif. Eh 'gak juga sih. Kalau sampai mengganggu pikiranmu, mungkin 'gak positif lagi. Ya ampun aku ngomong apa sih. (Maafkan ke-plin-plan-an hamba, pembaca).

Aku punya teman kayak gitu.

Saking inspiratifnya, aku 'gak mungkin 'gak iri sama dia. Bayangin! Mereka sudah mencuri mimpi-mimpiku!


6.10.11

Goodbye my Lovely Burden!

I once posted about the wedding awards, kind of certificate, I have made for the two newly weds mates, here. Well, they finally sent, with myself as courier. Pretty pathetic but we've got short in budget to send it via post mail etc., that's why I was the one who took the responsibility to assure the awards reached my two friends safely. Hufft..that's really a relieve when it's finally done. Finally I'm free! (holding a big responsibility is really a big burden and a tough job, especially for a procrastinator like me.duh!)
Indah (we're from the same college but different department)
Yani, found her at the Hospital (actually she works there)

Oh and I also want to say my deepest condolences for the great man behind Apple Inc., the passed away Steve Jobs. Thanks for making something so great and literally change the world with your little Apple. May you rest in peace.:')

11.9.11

Bye Sebi!

Did I mention that Sebi, my pregnant cat, has already passed away? Well I'm still coping, die trying, I must say. But you know, life goes on. It still gives me a chill and traumatic experience to seek another pets but I guess I want an owl, or owlett for my next pet. I don't know how many years you could spend with an owl, as pets have less age than us human. And I don't really like to lose 'em, like what happened to that Sebi. But I am a pet lover kind, so I want to adopt some more. Maybe I'll blab about this owl thing later.

Sigh.

By the way, this is the last Sebi's picture I took before her leave.
Sebi's last pic.:(

I don't know why she pulled her own daughter (the one she bites on her neck) like the kid was a newly born baby. That was sad. I think Sebi thought that the kitten has born as that big daughter since her babies didn't come out. :(. Why couldn't she remember how old her daughter was?

Sebi's daughter. Her name is Saechan, 8 months old and IS pregnant,too.
I hope Saechan doesn't have to experience the very same thing like Sebi had. This is her first pregnancy and I wish she give her babies birth safely.

So, goodbye Sebi. Thanks for being my cat for past 2 years, and always with me while I was down. I will never forget you. :')
Sebi.

8.9.11

Pray for Sebi

Sebi is my cat. She's 3 years old and now she's pregnant. I think she has 5 or 6 kittens in her uterus but due to her oldness, she has difficulties to give birth her babies.

Sebi in action part 1
Sebi in action part 2
Several weeks ago, I made her picture while she was sleeping on the chair (as she used to do everyday) and it was quite good. Here's the pict and the drawing.
Sebi sleeping style
My drawing for Sebi
Not mentioning about the drawing but..what I want to say now is,

Please help me pray for Sebi.

She's old but I think she doesn't have to suffer this pain because of difficulties in giving birth her babies. No wonder, if her time has to come today or tomorrow or whenever, I'll try to cope. I couldn't be more sad. She's old. Her suffering is so unbearable. It reminds me of my previous cat, Echie, who's also died because of pregnancy. Right now she's sleeping on her birthing box, try to give birth the babies although she hasn't succeed yet. Uh, I can't write more. I'm too sad right now. Pray for Sebi. :'(

31.8.11

Happy Eid Mubarok 1432 H!!

Salam, brother and sister..

Today is the Eid Mubarok day. Some ummat had their Eid Mubarok yesterday but in Indonesia, here, the government decided today as the day so we just accept it.


Actually, I didn't make something particular - the drawing or photoshop-ed file - so I just recap the impressive Eid greetings from some of my friends (in Bahasa Indonesia).

"Hidup adalah belajar.
Belajar BERSYUKUR meski TAK CUKUP
belajar IKHLAS meski TAK RELA
Belajar TAAT meski BERAT
Belajar MEMAHAMI meski TAK SEHATI
Belajar BERSABAR meski TERBEBANI
Belajar SETIA meski TERGODA
Belajar MEMAAFKAN meski TERSAKITI
Belajar..dan TERUS belajar!!
Mohon maaf lahir Bathin."
- Chuwie

Banyak dosa tak terdeteksi dengan USG
Tak terdengar oleh STETOSKOP dan tak terlihat dengan RONTGEN dan CT SCAN
ANTIBIOTIK tak bisa mengobati
ANESTESI tak mampu menahan sakit hati
Hanya kata maaf yang mampu AMPUTASI segala virus hati.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H."
- Yani

There are still many of them but these two are my favourite this year. I dunno where did they find the words but it just sounds great.

So...HAPPY EID MUBAROK!! Please forgive my faults and hope we could meet the next year's Ramadhan. :)

16.7.11

A Wedding Present

Minggu lalu aku diundang ke sebuah acara pernikahan sahabatku, Yani. Yani sebangku denganku waktu SMA dan kami selalu bersama saat menghadapi hari-hari SMA kami yang (cukup) menyebalkan. Kami SPMB di lokasi yang sama meskipun pada akhirnya kami kuliah di perguruan tinggi yang berbeda. Dia masuk akademi keperawatan dan aku masuk jurusan kimia murni. Sekarang dia sudah jadi perawat yang benar-benar menginspirasiku dengan sikap positif dan semangat belajarnya yang tinggi. Dan saat kemarin dia menikah, dia terlihat sangat bahagia seperti seharusnya di tiap pernikahan. Well, proud of you girl.
And this is the present I gave her with all of my sincerity. A simple gift yet special because it's a handmade. Tidak 100% handmade sih, aku gak sempet beli yang bener-bener custom made karena waktunya mepet sekali. Alhasil, aku cuma berhasil bikin gambar buat cover, dengan model Yani dan suaminya, dan aku menempelkannya di halaman depan sebuah foto album. Bukan hadiah yang spesial ya? But I hope she'll be happy receive it.

Orang-orang sering bingung mau ngasih hadiah apa buat nikahan teman dekat. Yang jelas, hadiah (untuk occassion apapun) harus punya kesan mendalam buat si penerima. Kalaupun enggak? Well, kita sudah berusaha 'kan. Barakallah hai sahabat!

26.6.11

A Rocket to New York

Menjadi penulis novel sekaligus pernah menjadi bintang tamu dalam acara talk show kenamaan Indonesia, Kick Andy di Metro TV, ternyata tidak menjadikan Iwan Setyawan menjadi salah seorang yang kutau. Okelah, mungkin aku agak kuper. Karena malam kemarin, sahabatku Azizah memberiku undangan itu. Undangan seminar 'pendidikan determinasi' (aku lupa judul lengkapnya). Dia bilang, seminar-nya berlangsung sore hari di gedung Fakultas Ekonomi Unpad Bandung. Karena rumahku jauh dari Bandung, aku kurang tertarik. Lalu dia menambahkan, pembicaranya adalah Iwan Setyawan. Aku berpikir, memang Iwan Setyawan itu siapa? Azizah bilang, beliau pernah tampil di Kick Andy.

Spontan, aku pun browsing dari ponselku untuk mencaritahu. Jujur, aku tidak terlalu suka ke acara seminar yang tidak menawarkan sertifikat (tipikal semua job seeker) makanya aku harus punya alasan kuat untuk menghadiri seminar itu. Dan ternyata.. Iwan Setyawan itu adalah novelis '9 Summers 10 Autumns' dimana buku itu sedang best seller di beberapa toko buku akhir-akhir ini. Hmm aku belum pernah dengar atau baca buku beliau (bukti betapa kuper-nya aku saat itu), tapi terpengaruh oleh beberapa resume di internet bahwa di novel itu, diceritakan pengalaman mas Iwan yang asalnya anak supir angkot di kota Malang, bisa sampai bekerja di sebuah perusahaan besar di New York - benar, New York yang itu - tiba-tiba aku jadi bersemangat. Kurasa, mungkin aku bisa datang, karena saat ini aku sangat membutuhkan motivasi-motivasi seperti itu. Belakangan aku memang sedang berpikir untuk mencari kesempatan kuliah di luar negeri.
1. Mas Iwan Setyawan, novelis 9 Summers 10 Autumns
Singkat cerita, hari ini aku pun datang bersama Azizah ke acara seminar yang dimaksud. Kami datang sedikit terlambat sehingga ruangan seminar sudah terisi setengahnya. Mas Iwan sudah berdiri di stage. Melihat beliau, kesan pertama adalah sederhana, humble, tipikal orang Jawa kebanyakan. Ibaratnya kalau suatu saat ketemu di jalan, kamu gak akan pernah nyangka bahwa mas Iwan ini,  sebenarnya adalah orang luar biasa yang menjalani beratnya perjuangan hidup hingga bisa seperti sekarang. Tapi beda cerita saat kamu sudah mendengar kisah hidupnya. Aku jamin, beliau benar-benar orang yang cerdas dan itu sangat terlihat dari tutur kata dan bahkan pilihan kata serta gesture-nya.

Bayangkan seorang anak desa biasa, dengan ayah seorang supir angkot dan ibu lulusan SD. Mereka hidup dalam kemiskinan sehingga harus berbagi kamar tidur dalam rumah kecil mereka. Suatu hari, Iwan kecil punya mimpi. Ia ingin jadi orang kaya karena kalau dia kaya, dia bisa punya kamar sendiri. Mimpi yang sangat sederhana. Tapi ternyata berkat mimpi itulah, mas Iwan berusaha keras mewujudkannya, hingga ia menjadi murid tercerdas di sekolahnya, bahkan di fakultas-nya, di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Perjuangan itu tentu tidak mudah, karena tentu saja untuk kuliah, seseorang harus punya uang ekstra. Dan untuk itu orang tua mas Iwan sampai rela menjual satu-satunya angkot sumber mata pencaharian mereka. Jadi kalau saja mas Iwan tidak kuliah dengan benar, maka pengorbanan itu akan sia-sia. Untungnya itu tidak terjadi. Dan kini inilah beliau, salah satu direktur di perusahaan internasional yang berjuang dari nol berkat mimpi kecilnya itu. Beliau menekankan, bahwa semua itu terjadi berkat Tuhan dan ibunya. Ibuk, demikian panggilan mas Iwan pada ibunya, adalah orang yang 'intelectually enlighted', tercerahkan secara intelektual sehingga walaupun beliau hanya tamatan SD, beliau tidak mendorong anaknya untuk menjadi tamatan SD juga.

Semua ini membuatku berpikir, aku punya ibu yang juga 'intelectually enlighted'. Ibuku bukan sarjana, beliau hanya lulusan SMA namun sekarang dua dari tiga anaknya sudah lulus sarjana. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah aku akan menjadi seperti mas Iwan atau tidak? Atau malah lebih? Yah.. apapun yang terjadi dengan hidupku, aku yakin, dengan berpegang pada kekuatan mimpi, dibantu usaha dan do'a dari ibu dan orang-orang terdekat, kita bisa menjadi apapun asal kita cukup kuat untuk tidak mudah menyerah.

Oh ya, di akhir seminar itu, aku dan Azizah bersama banyak orang lainnya mengantri untuk mendapatkan tanda tangan mas Iwan dan berfoto bersama. Sayangnya, tidak ada satupun dari aku dan temanku yang sudah punya buku itu. Tapi kebetulan sekali saat itu Azizah membeli sebuah majalah, dan di salah satu halaman terdapat foto patung liberty dengan tulisan NEW YORK besar-besar di atasnya. Beruntung sekali mas Iwan mau menandatangani halaman itu. Di situ tertulis, "untuk Dedew dan Azizah, New York is waiting!". Mungkin mas Iwan tidak tau betapa kalimat tadi sangat membuat kami euforia. Kami bahkan men-scan halaman itu dan mencetaknya sehingga bisa kami pajang di mood board atau semacamnya. Mudah-mudahan saja hal itu tercapai dan suatu saat kami bisa menginjakkan kaki kami di Big Apple, New York, atau dimanapun tempat kami nantinya.
2. He signed the page!!

Satu lagi, mungkin kalian bertanya-tanya apakah akhirnya mas Iwan dapat mencapai mimpi kecilnya itu? Jawabannya sangat obvious. Silakan tebak sendiri. :)
Book signing session