Showing posts with label To Be Mr. Darcy's. Show all posts
Showing posts with label To Be Mr. Darcy's. Show all posts

1.7.18

A Very Married Woman (& Man)

If I get married, I want to be very married.  - Audrey Hepburn.
Thus, perhaps one sentence proving women are obsessed with marriage. Or wedding. Ah, forgive me, it was probably not. It was probably only me who kind of obsessed with wedding - a decoration of marriage, I must say, but most importantly to tell people that me & a man who's name written on the invitation are legally connected & have rights to proliferate in advance - and used to make effort to attend a lot of wedding of my friends just because I love wedding. I love seeing the bride & the groom changing smile to each other all day long with those dreamy look in their eyes. I love seeing the parents all dressed up to celebrate their children's big day, with tears of joy & perhaps they screamed in their mind, like, "Finally!". I love the kids who played their role as "pager ayu", all dolled up in beautiful dresses and suites. I love the ijab-qobul happening followed by relieved sigh from the invitees. I love them all about wedding. 

And today is mine. I am attending mine. 

(Finally!)



The Day Of
"Saya terima nikahnya..."
Kalimat itu terngiang di telinga saya yang tepat berada di samping kiri laki-laki berjas hitam yang mengucapkannya dengan tegas dalam satu tarikan nafas di hadapan Bapak dan Pak Penghulu. Saya sendiri menahan nafas. Segera setelah laki-laki itu menyelesaikan kalimatnya, saya menghela nafas lega diiringi seruan "Sah!" dari para saksi. Kini laki-laki itu telah menjadi suami saya.

29.3.18

Our DIY (Kind Of) Wedding Invitation

77 Days Before

"A, aku izin buat konsep undangan sendiri ya? Nanti aku kasih liat ke Aa supaya bisa dikoreksi kalau ada yang gak pas."

Gitu ujarku hari itu. Alhamdulillah calon suami langsung mengiyakan. Malah dia senang sekali karena nanti undangan itu bakalan jadi karya kita berdua yang perdana, hehe. Nah mumpung senggang, saya mau bahas khusus deh. Sengaja saya tulis agak detail di sini kali aja ada yang mau buat undangan pernikahan sendiri juga. Lebih puas loh kalau bikin sendiri hehe.

Tema besar dari semua benda "cetak" kami adalah biru dan hijau. Dominannya sih putih, biar kesannya tetap clean.

01 Cari Inspirasi

So tanpa banyak menunda, saya - yang memang sebenarnya sudah sempat riset sendiri soal undangan ini - segera mengirimkan link Pinterest Board saya ke calon suami. Btw Pinterest itu salah satu surganya inspirasi visual menurut saya. You could just insert your keyword there and they will offer you a lot of choices. Kita tinggal tandain aja yang kita suka dan bikin board sendiri. Kalau udah gitu, kali-kali dibutuhkan, kita bisa lihat ulang per kategorinya.

28.3.18

Adjusting, Adjusting, Adjusting

Was I hard to impress? Gak juga yah.. namun karena kebiasaan "mengatur" dan punya sifat agak-agak control freak dari lahir, akhirnya saya, atas kesepakatan bersama, berupaya "mengatur" pernikahan saya sendiri. By sendiri sebenernya tentunya berdua, dengan sang calon suami. Kita sepakat juga 'gak hire WO karena WO itu 'kan perlu banyak rapat - entah tatap muka entah via WAG tapi kami berdua 'gak akan sempet. Kita 'gak pernah bisa tinggalin semua ke WO - tetep perlu ada monitoring dan lainnya. Sementara saya dan suami tuh sibuk, dan ada di kota yang berbeda (saya di Palembang dan suami di Bekasi) sedangkan tempat walimah kami rencananya diadakan di kota asal kami: Sumedang. Ribet bukan? Terlebih, kasian kalau orang tua kami kudu direpotin untuk ngurusin pernikahan kami para lajang berumur matang ini haha.

Did I have my own criteria for the so-called dream wedding? Ya dan tidak. Ya karena ada beberapa hal yang saya tidak akan pernah mau dan tidak, karena ada beberapa hal yang saya mau-mau saja. Jadi 'gak ada kemauan spesifik sih sebenernya. Cuma saya "gak mau"-nya lumayan banyak! Haha. Suami saya pada dasarnya orang yang sederhana dan tidak banyak maunya. Namun sekali ada kemauan, pasti dia akan usahakan sesempurna mungkin - ini agak beda dengan saya yang maunya apa-apa cepet dan ringkas hihi. Tapi itu seninya. Perlu musyawarah dan komunikasi yang baik. Toh selalu tercapai kata sepakat dan selalu kompak pada akhirnya. Alhamdulillah.

Did our parents had their own rules for us having our wedding? Hampir tidak ada! Bahkan alhamdulillah banget kami tidak "dipaksa" menentukan hari baik segala macam. Simply melihat hari libur dan permainan tanggal belaka hehe. 'Gak ada juga keharusan menyewa pawang hujan - what's that for anyway! Mereka benar-benar helpful tanpa mengatur yang berlebihan, namun tetap menyediakan saran dan nasihat bermanfaat setiap kali diperlukan.

So semuanya tentang penyesuaian: adjusting, adjusting, adjusting. Jika tidak, maka susah buat progressing dan khawatir akan keteteran. Jadi di sini kita akan membicarakan beberapa adjustment yang kami lakukan dalam merencanakan walimahan.

Again, kami sibuk dan berjauhan. Jadi waktu kami yang sudah sempit itu jadi tambah sempit dalam mengurus pernikahan ini. Tapi apapun itu, we should start somewhere, right?

139 Days Before

So then we started with.. menentukan mahar. Lha iya, yang penting dulu nih yang diurusin yaitu syarat sah nikah hihi.

Ilustrasi by @tweedledew.