Sebenernya aku gak begitu yakin mau nulis apa di sini. Tapi
berhubung aku sudah terlanjur menulis tentang OJT bagian I, maka rasanya akan
jomplang kalau tiba-tiba bagian ke-II ini hilang, karena sebentar lagi OJT III
malah sudah bakalan berakhir.
Jadi kenapa aku kurang excited di OJT II, karena bulan lalu
aku seperti lagi berada di titik terendah kehidupanku. (lebay, noted). Bayangin
aja, kakakku nikah dan aku gak bisa datang. Rasa sakitnya masih kerasa sampai
sekarang lho. Terus, aku juga kepentok masalah childish issue. Hmm sebenarnya,
jika moody dan uring-uringan adalah salah satu tanda ketidakdewasaan seseorang,
mungkin aku tidak akan pernah jadi dewasa, karena moody sudah mendarah daging
di tubuhku. Hehe. Udah gitu, karena suatu hal, aku dibilang “merajuk” sama
teman-temanku. Hmm gak baik loh tiba-tiba membuat kesimpulan subyektif begitu.
(sekarang kalian tau kenapa aku nulis tentang candy waktu itu). Entah ya,
ternyata berusaha dewasa itu sulit. Apalagi kalau kamu jadi yang paling muda
dan orang-orang gak yakin kamu bisa dewasa. Terlanjur ada cap “anak bawang” di
jidatmu gitu loh. Gimana rasanya?


